Search

Sejarah Keraton Yogyakarta dalam 40 menit



Hari pertama di Yogyakarta, saya langsung menuju di keraton Yogyakarta. Mungkin bagi sebagian orang, pergi ke Keraton biasa2 aja, dan gak terlalu bagus. Ya emang sih, untuk foto2 sebenernya kurang bagus, karena ada beberapa bagian dari keraton yang menurut saya perawatannya agak kurang. Misalnya patung2 yang memakai baju2 tradisional, kesannya seadanya dan gak dibikin mewah dan bagus.
Lalu kata temen saya kalo pergi ke Keraton mending minta pemandu, jadi bisa dijelasin semuana tentang Keraton dan jadi gak ngebosenin. Bener banget sih ini menurut saya, karena kalau cuma lihat2 ya di buku ensiklopedia gambarnya lebih bagus daripada lihat langsung.
keraton yogyakarta
tampak depan pelataran keraton
Pemandu ini sebenernya tidak ada peraturan tertulis harus dibayar berapa, cuma ya setau dirinya kita aja kasih tips atau salam tempel nanti setelah selesai tur keraton, dan museum kereta nya. Kemarin sih saya kasih pemandu 50rb. Kalau kamu dateng serombongan, ya biayanya disesuaikan saja.
keraton yogyakarta
Pak Triyono, udah sepuh, jadi inget wali kelas waktu kelas 3 SMP soalnya namanya sama
Tur keraton sendiri gak lama kok sekitar 40 menit, karena luas area keraton yang dijelaskan juga gak terlalu luas. Pemandu akan ngejelasin sejarah berdirinya keraton, sejarah pemugaran kertaon, dan berbagai simbol2 yang ada di dalam keraton ini.
Nanti kita juga akan diceritain sejarah raja2 keraton Yogyakarta dari mulai Hamengkubuwono pertama sampai ke-10 yang sedang bertahta sekarang. Dan ternyata banyak fakta menarik loh tentang raja2 di sini.
keraton yogyakarta
ubin bintang 8, karena yang memugar HB ke-8
Keraton Yogyakarta
Miniatur mesjid agung, 3 tingkatan atap, Islam, Iman, Ihsan.
Keraton Yogyakarta
Pos Algojo jaman dulu. Atapnya dibikin rendah supaya kita mau gak mau menunduk kalo mau masuk ke dalem.
Keraton Yogyakarta
Ukiran arab gundul di tiang, Bacanya Allah, dan di bawah Muhammad. Kebaca gak?
Setelah selesai keliling Keraton, saya dibawa ke tempat para abdi dalem yang sedang membatik, waktu itu ada seorang ib2 yang sepertinya baru belajar membatik, gerakannya masih kaku dan masih banyak tanya2 ke gurunya. Tapi ternyata saya dibawa ke sini ya sebenernya untuk diarahkan membeli salah satu hasil kerajinan batik yang sudah dibingkai ini. Tapi dengan halus saya menolak, karena saya sendiri gak tau mau pajang dimana. Kalau kalian suka sama kesenian batik sih ya silahkan dibeli, rasanya harganya juga gak terlalu mahal. Hitung2 ikut berkontribusi dlaam perekonomian penduduk lokal sana. Hehehe
keraton yogyakarta
belajar mbatik
kerton yogyakarta
galeri batik yang dijadikan hiasan
Nah, yang seru lagi nih, dari sini kita dibawa ke museum kereta. Kereta di sini maksudnya adalah kereta yang ditarik oleh kuda. Jadi kertaon yogyakarta punya banyak banget koleksi kereta kuda, terutama yang punya HB ke-8. Kereta kuda ini ternyata fungsinya beda2 loh, ada yang dipake buat pernikahan, ada yang dipake untuk pelantikan saja, ada yang dipake sama pangeran Diponegoro jaman dulu, ada yang untuk penari, ada yang untuk permaisuri, ada juga yang paling gede untuk mengangkut keranda atau peti jenazah raja nanti saat beliau meninggal, Dulu tahun 1988 saat Sultan HB ke-9 meninggal dunia juga masih dipake nih kereta kudanya. Dibawa ke Imogiri yang berjarak 17km, dan pengiringnya atau para abdi dalem ikutan mengiringi kereta jenazah ini sambil jalan kaki. Kalau kereta yang paling cakep dan paling mewah, namanya kereta kencana, buatan Belanda. tapi sepertinya jarang dipake.
Keraton Yogyakarta
Kereta kencana yang paling bagus di antara kereta2 yang lain
keraton yogyakarta
Kereta untuk membawa jenazah raja
keraton yogyakarta
Kereta untuk membawa para penari keraton, kalo dulu karena orangnya kecil2 muat sampe 16 penari, sekarang cuma cukup 10-12 penari aja. penarinya sekarang ndut2. hehehe
Selesai deh keliling Keraton dan museum Kereta nya. habis itu saya jalan kaki ke Mesjid Agung Kauman, gak jauh tinggal jalan kaki kira2 20m aja. Di sini mesjidnya antik banget, keren deh, serasa dibawa ke masa kuno jaman dulu.
keraton yogyakarta
tampak luar mesjid agung kauman
keraton yogyakarta
atap mesjid difoto dari dalam
keraton yogyakarta
pelataran mesji, atapnya antik banget
keraton yogyakarta
tampak luar mesjid agung kauman