Search

Jangan Lupa Lawati 6 Bangunan Kuno Tunisia Ini Jika Melancong Ke Sana!


Setiap negara pastinya memiliki bangunan sejarah yang indah, sehingga tak sedikit pada traveler berkunjung ke beberapa negara untuk melihat sekaligus belajar sejarah negara-negara di dunia dari bangunan sejarahnya.

Seperti halnya Republik Tunisia yang memiliki bangunan sejarah yang indah dan terpelihara untuk destinasi percutian. Republik Tunisia adalah sebuah negara Arab Muslim di Afrika Utara, tepatnya di pesisir Laut Tengah.

Di antara negara-negara yang terletak di rangkaian Pegunungan Atla, wilayah Tunisia termasuk yang paling timur dan terkecil. 40% wilayah Tunisia berupa padang pasir Sahara dan bakinya adalah tanah subur.

Selain itu, Tunisia tercatat sebagai salah satu wilayah pertemuan berbagai peradaban dunia. Mulai dari Phoenisia, Yunani Kuno, Bizantium, Romawi, hingga Arab Islam. Sehingga Tunisia memiliki banyak tempat bersejarah yang masih terpelihara.

Seperti diketahui, peninggalan sejarah di Tunisia saat ini menjadi cagar budaya yang telah masuk dalam senarai tempat UNESCO World Heritage. Berikut beberapa tempat lawatan menarik di Tunisia:

1.The Roman Amphitheater Of El Jem

Image via cctv-africa.com
Image via wunderpix.com

Bangunan ini merupakan bukti sejarah luar biasa atas kedatangan pemerintahan Kaisar Rom terkait monumen yang dibangun untuk setiap acara pertunjukan di Afrika Utara. Bangunan tua ini terletak di sebuah dataran di tengah Tunisia dan dibangun seluruhnya dari blok batu dengan mengikut model Coliseum Rome.

Ukurannya untuk menara besar 148 meter dan menara kecil 122 meter dengan kapasitas lebih dari 35.000 penonton. Fasanya terdiri atas tiga tingkat arcadedari Corinthian atau gaya komposit. Di dalamnya terdapat monumen yang telah dilestarikan. Sebagian besar infrastruktur pendukungnya dibuat duduk berjenjang.

Dinding dari podium, arena dan bahagian bawah tanah praktis sebahagiannya ada yang masih utuh. Sebahagian lagi mengalami kerosakan kerana faktor usia. Pembangunan arsitektur ini sekitar 238 Masehi. The Amphitheatre of El Jem juga menjadi saksi kemakmuran kota kecil Thysdrus (sekarang El Jem) pada saat pemerintahan Rome, hingga saat ini, tempat ini masih menjadi daya tarikan pelancong untuk berfoto.

2.Arkeologi Dougga



Arkeologi Thugga atau Dougga adalah peninggalan budaya sejarah pada masa Rom, Helenistik, Punic, dan Numidian. Koleksi prasastinya sekitar 2.000 buah. Dougga diperkirakan dibangun pada abad ke-5 sebelum Masehi. Julius Caesar menjadikan Dougga sebagai kota Rome. Penduduknya tidak pernah melebihi 5.000 orang meskipun terjadi perkembangan ekonomi di daerah tersebut.

Dougga diberikan hak politik seiring dengan kembalinya kekuasaan Bizantium. Di  arkeologi Dougga terdapat peninggalan luar biasa, terdiri atas bangunan-bangunan awam, kuil, tempat-tempat suci, forum, pemandian awam, teater, sirkis, pasar, waduk umum, air pancur, dan sebagainya.

Salah satu monumen yang paling penting di Dougga adalah makam Lybico-Punisia di bahagian selatan dari kota—dibangun kembali pada 1908-1910. Ini adalah satu-satunya monumen utama arsitektur Punisia yang masih bertahan di Tunisia.

3.Carthage

Image via YourTripIdeas.com
Image via worldalldetails.com
Carthage merupakan salah satu tempat bersejarah yang paling terkenal dari pemerintahan Rome. Keberadaan The Roman Julia Carthago menggambarkan keindahan dan kekayaan Rome, dan memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan senibina struktur dan ciri-ciri kebudayaan kota Rome.

Tempat ini diambil dari nama Kota Carthage, terletak 10 km dari Tunis moden. Carthage didirikan pada abad ke-9 oleh pedagang Fenisia dari Tirus. Pada zaman itu masyarakat mengembangkan keterampilan tinggi dalam pembangunan kapal dan menggunakannya untuk mendominasi lautan selama berabad-abad.

Barang dagangan yang paling penting adalah perak, timah, gading, emas, tempat tidur, tembikar murah sederhana, perhiasan, barang pecah belah, haiwan liar dari Afrika, buah, dan kacang-kacangan. Secara keseluruhan, banyak aktiviti yang berjalan disini dan semuanya melibatkan pengangkutan disebabkan aktiviti perdagangan yang banyak berlaku disini.

4.The Medina Of Hammamet

Image via www.medina.com.tn
Image via holidayclub.by
Image via www.panoramio.com

Kota Hammamet memiliki pantai dan resor hotel terbaik di Laut Mediterania. Hampir setiap hari kota ini tak pernah mati. Selalu ramai dikunjungi pelancong tempatan maupun antarabangsa.

Di sepanjang jalan terdapat kedai-kedai, kafe, restoran, maupun aktiviti yang berhubungan dengan perlancongan maupun ketukangan di kawasan tersebut, seperti karpet, ornamen kuningan, perhiasan, tembikar, dan barang-barang kulit.

Hingga kini, kota tersebut masih terjaga dengan sejarah kuno abad ke-15. Kota ini memiliki keindahan pantai yang membentang dan kemeriahan kota selalu hidup sepanjang hari.

5.Sidi Bou Said

Image via www.holidaywarehouse.co.uk
Image via www.roomsuggestion.com
Sidi Bou Said merupakan nama seorang ulama sufi yang diabadikan menjadi kawasan perkampungan islam pada zaman Andalusia. Lokasinya terletak di pinggir pantai, tak jauh dari tempat arkeologi Carthage.

Bangunan rumahnya terkenal identi dengan warna putih dan hijau. Dua warna itu diperkenalkan oleh Baron Rodolphed yang dijuluki Erlanger. Awalnya kawasan ini dibangun untuk melindungi bangsawan Tunisia pada Abad ke-9.

Pada Abad ke-17, masjid dibina di dataran tinggi tersebut. Pertengahan Abad ke-20, sebahagian besar bangunan tersebut berubah menjadi kafe dan kedai cenderamata.

6.Masjid Tua Uqbah bin Nafi’

Image via arifuddinali.wordpress.com
Image via bujangmasjid.blogspot.com

Masjid Agung Kairouan menjadi bagian terpenting dalam peninggalan sejarah di Tunisia. Bangunan tersebut merupakan tempat ibadah tertua umat Islam di Afrika Utara dan dianggap sebagai tempat paling suci keempat dalam Islam (setelah Mekkah, Madinah, dan Jurusalem).

Masjid yang diberi nama Uqba bin Nafi’ pertama kali dibangun di Kairouan pada 670 Masehi, tak lama setelah kedatangan muslim Arab ke Afrika Utara pada masa khalifah Bani Umayah.